PEKAN lalu, saat tertib mengantri di kasir Gramedia, Matraman, saya diselak oleh seorang perempuan kurang lebih seusiaku. Penampilannya cukup meyakinkan sebagai orang berduit dan berpendidikan. Sayangnya, semua itu berbanding terbalik dengan tingkat kesopanannya. Saya tegur kasirnya sambil menyorongkan buku yang kubeli: “Mbak, saya kan antrinya di depan ibu ini.” Bukannya malu, si penyerobot malah memelototi saya. Ketika akhirnya si kasir mendahulukanku, si penyelak malah bikin aksi “ngambek”: menarik dengan kasar semua barangnya dari meja kasir dan pergi. Lha?

Saya juga ingat seorang teman yang mendamprat seorang wanita di Le Gourmet Cake Shop, Pondok Indah Mall, di malam Takbiran lalu. Gara-garanya: saat antrian membeli kue sudah mengular –maklum besok mau Lebaran–  eh perempuan itu malah berlama-lama di meja kasir: bertanya ini itu (yang sebetulnya sudah jelas terpampang di daftar menu), meminta kue dengan special request, lalu berbingung ria memilih yang mana (Lha dari tadi ngantri ngapain aja, Mbak? Update status Facebook?).

Kejadian-kejadian itu mengingatkan saya pada tayangan Oprah Winfrey Show akhir tahun lalu. Temanya: “Are You Rude?”. Dalam konteks Indonesia, saya terjemahkan sebagai: “Sopankah Anda?”.  Oprah membeberkan sebuah survei di Amerika pada akhir 2008 tentang perilaku tidak sopan yang “tak termaafkan”– tapi sering dilakukan orang. And, guess what, di urutan pertama adalah: menyerobot antrian!

Beberapa kelakuan lain yang juga masuk dalam daftar tidak sopan versi survei Oprah:

  • tidak on time alias ngaret
  • mengangkat handphone untuk sebuah pembicaraan tak penting saat sedang berbicara face to face dengan seseorang
  • berbicara keras-keras di telepon genggam di tempat umum
  • menyalip mobil lain di jalan raya
  • menyerobot tempat parkir orang (aha, mengingatkanku akan Pondok Indah Mall di akhir pekan)
  • bergosip!

Malu rasanya, semua yang disebutkan itu akrab dengan keseharian kita di Jakarta– kalau tidak mau dibilang lebih parah. Berdasarkan survei ini, 80 persen orang Amerika menganggap rudeness (ketidaksopanan) adalah “serious national problem”. Kalau orang Amerika saja menganggap masyarakatnya bermasalah dengan sopan santun, apa jadinya kalau survei serupa dibikin di sini.